West Java Investor Forum

18 Hits
Oktober 6, 2017
-

Dalam rangka meningkatkan peluang investasi di bidang manufaktur, konstruksi, pertanian hingga pariwisata Jawa Barat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) yang merupakan bagian dari Islamic Development Bank (IDB), dan IDB Group Business Forum “THIQAH” menyelenggarakan West Java Investor Forum. Forum yang dihadiri oleh kurang lebih 100 calon investor yang berasal dari Timur Tengah, negara ASEAN dan negara mitra IDB lainnya bertujuan untuk memberikan platform komunikasi antara Pemerintah Jawa Barat dan para calon investor.

Booth Potensi InvestasiPenjelasan mengenai Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di Kabupaten Majalengka, Pengelolaan Sampah Legok Nangka di Kabupaten Bandung Barat, Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Cirebon, dan beberapa proyek investasi unggulan Jawa Barat lainnya disajikan dalam forum ini. Forum ini menjadi wadah yang ideal bagi para investor, pelaku bisnis, dan pemilik proyek investasi karena didukung dengan adanya booth bagi tiap pemilik proyek investasi untuk mempresentasikan proyeknya masing-masing secara lebih komprehensif.

Bp. Deddy Mizwar

CEO ICD

West Java Investor Forum (WJIF) yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian besar, yaitu business forum dan business matching pada tanggal 6 Oktober 2017 serta kunjungan lapangan ke lokasi proyek investasi Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada tanggal 7 Oktober 2017. “DOING BUSINESS WITH WEST JAVA” menjadi tema sesi pertama yang menghadirkan tiga pembicara yaitu Himawan Hariyoga, selaku Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia yang memaparkan Peluang Investasi di Indonesia, Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat memaparkan Kondisi Makroekonomi dan Keuangan di Jawa Barat, dan Dadang M. Masoem, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat yang memaparkan Peluang, Kebijakan dan Kemudahan Investasi di Jawa Barat.

Minum Kopi

Pada sesi kedua, WJIF mengusung tema “INVESTMENT OPPORTUNITIES IN WEST JAVA” dengan menghadirkan tiga pembicara, yaitu pemilik proyek investasi BIJB; Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini (PLTM) Cikembang; dan Pengelolaan Sampah di Legok Nangka. Setelah itu, WJIF dilanjutkan dengan Sesi business matching yang memfasilitasi calon investor bertemu langsung dan berdiskusi dengan pemilik proyek investasi. Terdapat 10 booth yang berisi data/informasi terkait proyek investasi unggulan Jawa Barat, meliputi proyek pengembangan jalur kereta api (LRT bandung Metropolitan Area dan jalur kereta api Tanjungsari-Kertajati-Arjawinangun), proyek pengembangan pelabuhan internasional (pelabuhan Cirebon dan Indonesia Halal Hub Logistik), proyek pengembangan bandara (Bandara Internasional Jawa Barat-BIJB dan Bandara Nusawiru di Pangandaran), Kawasan Industri (Kawasan Industri Bekasi dan Kawasan Industri Suryacipta City) serta beberapa proyek pengembangan lainnya seperti Suplai Air Bersih Cirebon Raya, Legok Nangka Solid Waste Treatment and Disposal, Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini (PTLM) Cikembang dan Kawasan Wisata (Hotel, Restoran dan fasilitas pendukung lainnya) di Geopark Ciletuh. Selain itu, juga terdapat booth produk  UMKM unggulan Jawa Barat, yaitu produk teh lokal (Mimi Tea dan Teh Walini) dan kopi lokal (Gunung Puntang) dengan kualitas ekspor.

Kunjungan BIJB
Pada hari  berikutnya, calon investor mengikuti kunjungan di Kabupaten Majalengka untuk meninjau langsung progres dan situasi pembangunan BIJB serta bagian aerocity yang masih membutuhkan penanaman modal. Serangkaian acara di dua hari tersebut diharapkan dapat mengembangkan proyek investasi unggulan Jawa Barat dan mendorong pertumbuhan perekonomian Jawa Barat secara signifikan.

Berita Serupa