Kabupaten Tasikmalaya

887 Hits

Profil

Tasikmalaya Regency Seal.pngKantor Bupati TasikmalayaKabupaten Tasikmalaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kota Tasikmalaya di utara, Samudera Hindia di selatan, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran di timur, dan Kabupaten Garut di barat.

Terletak di tenggara daerah Priangan, Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini dinilai sebagai kabupaten paling besar dan berperan penting di wilayah Priangan Timur. Sebagian besar wilayah Kabupaten ini merupakan daerah hijau, terutama pertanian dan kehutanan, sementara petani menetap sebagai mayoritas penduduk.

Kabupaten Tasikmalaya terkenal akan produksi Kerajinannya, Salak, sementara Nasi Tutug Oncom adalah makanan terkenal dari Kabupaten ini. Kabupaten Tasikmalaya juga dikenal sebagai pusat keagamaan besar di Jawa Barat, yang memiliki lebih dari 800 pesantren tersebar di penjuru wilayah Kabupaten.

Toponimi

Pada awalnya, nama yang menjadi cikal-bakal Tasikmalaya terdapat di daerah Sukapura. Sukapura dahulunya bernama Tawang atau Galunggung, sering juga disebut Tawang-Galunggung. Tawang berarti sawah atau tempat yang luas terbuka. Penyebutan Tasikmalaya menuncul setelah Gunung Galunggung meletus sehingga wilayah Sukapura berubah menjadi Tasik (danau, laut) dan malaya dari (ma)layah yang bermakna ngalayah (bertebaran) atau deretan pegunungan di pantai Malabar (India). Jadi Tasikmalaya berarti danau yang bertebaran atau danau di gugusan bukit. Namun secara bahasa Sunda, Tasikmalaya mungkin juga mengandung arti keusik ngalayah, bermakna banyak pasir di mana-mana.

Sejarah

Dimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh) atau dengan kata lain raja baru dianggap syah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan.

Kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakanda ng Karesian. Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada zaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran. Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang.[6]

Periode moderen

Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan Ibukota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa, Tasikmalaya), yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sezaman dengan Prabu Siliwangi. Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sezaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.

Pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa kedudukan Pajajaran sudah mulai terdesak oleh gerakan kerajaan Islam yang dipelopori oleh Cirebon dan Demak. Sunan Gunung Jati sejak tahun 1528 berkeliling ke seluruh wilayah tanah Sunda untuk mengajarkan Agama Islam. Ketika Pajajaran mulai lemah, daerah-daerah kekuasaannya terutama yang terletak di bagian timur berusaha melepaskan diri. Mungkin sekali Dalem Sukakerta atau Dalem Sentawoan sudah menjadi penguasa Sukakerta yang merdeka, lepas dari Pajajaran. Tidak mustahil pula kedua penguasa itu sudah masuk Islam.

Periode selanjutnya adalah pemerintahan di Sukapura yang didahului oleh masa pergolakan di wilayah Priangan yang berlangsung lebih kurang 10 tahun. Munculnya pergolakan ini sebagai akibat persaingan tiga kekuatan besar di Pulau Jawa pada awal abad XVII Masehi: Mataram, banten, dan VOC yang berkedudukan di Batavia. Wirawangsa sebagai penguasa Sukakerta kemudian diangkat menjadi Bupati daerah Sukapura, dengan gelar Wiradadaha I, sebagai hadiah dari Sultan Agung Mataram atas jasa-jasanya membasmi pemberontakan Dipati Ukur. Ibukota negeri yang awalnya di Dayeuh Tengah, kemudian dipindah ke Leuwiloa Sukaraja dan “negara” disebut “Sukapura”. Berdasarkan titimangsa dari Piagam Sultan Agung Mataran, Sukapura terbentuk pada 9 Muharram Taun Alip yang bersamaan dengan 16 Juli 1633 atau 20 April 1641.

Setelah Pasundan diserahkan oleh Susuhunan Pakubuwana I kepada Kompeni, berdasarkan perjanjian 5 Oktober 1705, Kabupaten Sukapura berada dalam pengawasan Kepala Bupati )Opsigter-Regent) yang berkedudukan di Cirebon.

Pada masa pemerintahan R.T. Surialaga (1813-1814) ibukota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Tasikmalaya. Kemudian pada masa pemerintahan Wiradadaha VIII ibukota dipindahkan ke Manonjaya (1832). Perpindahan ibukota ini dengan alasan untuk memperkuat benteng-benteng pertahanan Belanda dalam menghadapi Diponegoro. Alasan lain adalah sedang giatnya pembangunan Jalan Pos dan Jalan Kereta Api menuju Tasikmalaya. disamping banyaknya Orang Belanda yang membuka lahan perkebunan karet dan teh di Tasikmalaya Selatan. Pada tanggal 1 Oktober 1901 ibukota Sukapura dipindahkan kembali ke Tasikmalaya. Latar belakang pemindahan ini cenderung berrdasarkan alasan ekonomis bagi kepentingan Belanda. Pada waktu itu daerah Galunggung yang subur menjadi penghasil kopi dan nila. Sebelum diekspor melalui Batavia terlebih dahulu dikumpulkan di suatu tempat, biasanya di ibukota daerah. Letak Manonjaya kurang memenuhi untuk dijadikan tempat pengumpulan hasil-hasil perkebunan yang ada di Galunggung.

Nama Kabupaten Sukapura pada tahun 1913, masa pemerintahan Bupati XIV Sukapura diganti namanya menjadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratanuningrat (1908-1937) sebagai Bupatinya.

Tanggal 21 Agustus 1111 Masehi dijadikan Hari Jadi Tasikmalaya berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang dibuat sebagai tanda upacara pentasbihan atau penobatan Batari Hyang sebagai Penguasa di Galunggung.

Sejarah pemerintahan Bupati (1641 to 1937):

  1. 1641-1674 : Raden Ngabehi Wirawangsa (Raden Tumenggung Wiradadaha I)
  2. 1674 : Raden Jayamanggala (Raden Tumenggung Wiradadaha II)
  3. 1674-1723 : Raden Anggadipa I (Raden Tumenggung Wiradadaha III)
  4. 1723-1745 : Raden Subamanggala (Raden Tumenggung Wiradadaha IV)
  5. 1745-1747 : Raden Secapati (Raden Tumenggung Wiradadaha V)
  6. 1747-1765 : Raden Jaya Anggadireja (Raden Tumenggung Wiradadaha VI)
  7. 1765-1807 : Raden Djayamanggala II (Raden Tumenggung Wiradadaha VII)
  8. 1807-1837 : Raden Anggadipa II (Raden Tumenggung Wiradadaha VIII)
  9. 1837-1844 : Raden Tumenggung Danudiningrat
  10. 1844-1855 : Raden Tumenggung Wiratanubaya
  11. 1855-1875 : Raden Tumenggung Wiraadegdana
  12. 1875-1901 : Raden Tumenggung Wirahadiningrat
  13. 1901-1908 : Raden Tumenggung Prawirahadingrat
  14. 1908-1937 : Raden Tumenggung Wiratanuningrat

Pemerintahan

Kabupaten Tasikmalaya terdiri atas 39 kecamatan (bahasa Sunda: Kacamatan), yang dibagi lagi atas 351 desa dan kelurahan. Kota Tasikmalaya sempat menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya, tetapi kini menjadi kota otonom sejak 21 Juni 2001. Sejak itu, secara bertahap pusat pemerintahan kabupaten ini dipindahkan ke Kecamatan Singaparna.

Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya

  1. Kadipaten
  2. Pagerageung
  3. Ciawi
  4. Sukaresik
  5. Jamanis
  6. Sukahening
  7. Rajapolah
  8. Cisayong
  9. Cigalontang
  10. Sariwangi
  11. Leuwisari
  12. Padakembang
  13. Sukaratu
  14. Singaparna
  15. Salawu
  16. Mangunreja
  17. Sukarame
  18. Manonjaya
  19. Cineam
  20. Taraju
  21. Puspahiang
  22. Tanjungjaya
  23. Sukaraja
  24. Gunungtanjung
  25. Karangjaya
  26. Bojonggambir
  27. Sodonghilir
  28. Parungponteng
  29. Jatiwaras
  30. Salopa
  31. Culamega
  32. Bantarkalong
  33. Bojongasih
  34. Cibalong
  35. Cikatomas
  36. Cipatujah
  37. Karangnunggal
  38. Cikalong
  39. Pancatengah

Geografi

Sebagian besar wilayah Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah perbukitan, khususnya di daerah timur Kabupaten. Beberapa berupa pegunungan, seperti yang terlihat di bagian barat laut dimana pegunungan Galunggung berada. Hanya 13.05% bagian dari Kabupaten yang terletak di dataran rendah dengan ketinggian dari nol hingga 200 meter. Sementara ketinggian rata-rata dari Kabupaten ini adalah 200 hingga 500 meter. Sisanya menjulang hingga ketinggian puncak Gunung Galunggung 2,168 meter.

Kabupaten ini dilalui oleh rantai gunung berapi di Pulau Jawa, di mana daerah ini secara alami memiliki tanah yang kaya dan subur, dan memberikan kelimpahan sumber daya air. Kabupaten Tasikmalaya juga berada rendah di rongga lereng gunung, yang memasok tangkapan curah hujan dan kawasan resapan air lebih banyak. Kelebihan tersebut didukung oleh iklim tropis hutan hujan di mana Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan hujan deras.

Iklim

Seperti halnya Kabupaten-kabupaten lain di Priangan, Tasikmalaya mengalami iklim tropis hutan hujan.[12] Kabupaten ini menerima curah hujan tahunan rata-rata 2,072 mm.[13] Meskipun mendapatkan hujan deras[12], Kabupaten ini memiliki temperatur yang sedang. Suhu rata-rata harian Kabupaten Tasikmalaya bervariasi, berkisar antara 20 ° sampai 34 ° C di daerah dataran rendah dan 18 ° sampai 22 ° C di daerah dataran tinggi.

Letak

Kabupaten Tasikmalaya meliputi area seluas 2,563.35 km persegi. Kabupaten Tasikmalaya ini berbatasan dengan Kabupaten Garut dari sebelah timur, dibatasi oleh dataran tinggi Pegunungan Galunggung, sepanjang barat daya hingga barat laut. Jauh ke utara, Kabupaten Tasikmalaya berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan berlanjut hingga ke tenggara berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran. Selain itu, Kabupaten berbagi sedikit daerahnya dengan Kota Tasikmalaya, yang terletak di perbatasan timur laut. Sementara di selatan, Kabupaten Tasikmalaya dibatasi oleh Samudera Hindia. Kabupaten Tasikmalaya memiliki bentangan terjauh dari utara ke selatan sekitar 75 Km, dan sekitar 56,25 Km dari timur ke barat.

Pendidikan

Kabupaten Tasikmalaya memiliki sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Siliwangi, Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Singaparna dan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya. Selain itu, Tasikmalaya dikenal memiliki sejumlah pondok pesantren dan juga banyak sekolah sd dan smp yang terkenal di kecamatan yaitu SDN 2 CINTA BODAS dan di situ juga dulunya sebelum jadi sd akan di buat candi candi dan nama smp tersebut adalah SMPN 01 CULAMEGA lapangannya sangat luas sekali jarak dari sdn2 cinta bodas pun tidak jauh hanya berjarak 150 km yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten.

Perekonomian

Perekonomian Tasikmalaya umumnya bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain juga bertumpu pada sektor pertambangan seperti pasir Galunggung yang memiliki kualitas cukup baik bagi bahan bangunan, industri, dan perdagangan.

Tasikmalaya, terutama pada era sebelum 1980-an, dikenal sebagai basis perekonomian rakyat dan usaha kecil menengah seperti kerajinan dari bambu, batik, dan payung kertas. Selain itu, kota ini pun dikenal sebagai kota kredit akibat banyaknya pedagang dan perantau dari wilayah ini yang berprofesi sebagai pedagang yang menggunakan sistem kredit. Komoditas kreditan umumnya adalah barang-barang kelontong dan kebutuhan rumah tangga. Namun, sangat disayangkan, seiring dengan kebijakan investasi besar-besaran di era 1990-an, potensi ekonomi rakyat di daerah ini cenderung terpinggirkan, bahkan tidak diperhatikan.

Julukan

  1. Delhi van Java
  2. Mutiara dari Timur

Pariwisata

Kampung Naga

Kampung Naga terletak sekitar 90 km dari Bandung. Masyarakat yang tinggal di daerah ini mempunyai tradisi lama yang tetap dipertahankan. Keunikan kampung ini adalah bangunan-bangunan rumah yang dibuat seragam, mulai dari bahan bangunan sampai pada potongan bangunan dan arah menghadapnya.

Kerajinan

Daerah Rajapolah amat terkenal dengan kerajinan anyaman. Di sini banyak dihasilkan tikar, anyaman dari bambu, perabotan rumah tangga, dan sebagainya. Industri kecil lainnya yang amat menarik: Bordir di Kawalu, Payung Tasik, Kelom Geulis dan Batik Tulis. Lingkungan industri kecil yang sedang pesat berkembang ialah Desa Setiamulya, yang menghasilkan industri bordir, kelom geulis, sepatu kulit, meubel, anyaman mendong, dan topi.

Gunung Galunggung

Letusan Gunung Galunggung terakhir, yang terjadi pada tanggal 5 April 1982, memberikan keuntungan di satu sisi. Sisa-sisa letusan itu sekarang berubah menjadi obyek wisata yang indah mempesona, membentuk danau kawah dan sumber air panas.

Pantai Cipatujah

Pantai dengan keindahan alam laut, berpasir putih. Terletak di Kecamatan Cipatujah, sekitar 74 km dari kota Tasikmalaya. Rekreasi bisa dilakukan di muara sungai Cipatujah, mempergunakan perahu, memancing, serta bisa berbelanja berbagai macam buah pisangkec.cipatujah kab.tasikmalaya sangat indah .

Pantai Sindangkerta

Keistimewaan Pantai Sindangkerta, adalah taman laut yang disebut Taman Lengsar. Bisa digunakan sebagai tempat berenang. Jika air laut surut, maka di taman seluas 20 hektar itu, akan dijumpai karang laut, ikan hias, dan suaka alam satwa penyu hijau yang sudah langka kita temukan.

Pantai Karang Tawulan

Jarak dari kota Tasikmalaya 100 km, terletak di kecamatan Cikalong. Sebuah pantai berkarang dan landai, memiliki panorama laut yang mempesona. Agak ke timur, terdapat pulau kecil Nusa Manuk. Pada waktu-waktu tertentu, Nusa Manuk dihuni oleh berbagai macam jenis burung.

Sumber: Situs Kabupaten Tasikmalaya, Wikipedia

Keunggulan

Prestasi

Prestasi baik di tingkat Nasional maupun internasional, antara lain Solihin, Susi Susanti, Lidya Jaelawijaya, Lamting di bidang olah raga, Abdul Rodjak dan Mak Eroh sebagai perintis lingkungan hidup yang telah mendapatkan penghargaan Kalpataru, dan sejumlah 8 orang pengrajin yang berhasil memperoleh penghargaan Upakarti, prestasi dibidang MTQ, serta prestasi lainnya.

Di bidang kesenian, Tasikmalaya telah pula melahirkan seniman-seniman tingkat nasional, seperti Budayawan Wahyu Wibisana, dan artis-artis nasional.

Data Wilayah

Perusahaan

Obyek Wisata

West Java Inc

Gunung Galunggung Tasikmalaya

Objek Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya Desa Linggajati di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat memiliki wisata alam Gunung Galunggung dengan ketinggian sekitar 2.167 meter di atas permukaan laut. Sampai sekarang gunung

Perizinan & Pembiayaan

Profil KPPT Kabupaten Tasikmalaya

Dasar Hukum

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Permendagri Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perijinan Terpadu di Daerah.
  2. Permendagri Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Perijinan Terpadu.
  3. Permendagri Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Pedoman Organisasi Tata Kerja Unit Pelayanan Perijinan Terpadu di Daerah.
  4. Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Tasikmalaya.
  5. Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas Unit di Lingkungan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Tasikmalaya.

Tujuan dan Sasaran

Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang proses pengolahannya mulai dari tahap permohonan sampai terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat.

Tujuan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu adalah:

  1. Meningkatkan kualitas layanan publik
  2. Memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik

Adapun sasaran penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu adalah:

  1. Terwujudnya pelayanan publik yang cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau
  2. Meningkatkan hak-hak masyarakat terhadap pelayanan publik

Penyederhanaan Pelayanan

Penyederhanaan penyelenggaraan pelayanan mencakup hal-hal sebagai berikut :

  1. Pelayanan atas permohonan perizinan dan nonperizinan dilakukan oleh penyelenggaraan pelayanan terpadu.
  2. Percepatan waktu proses penyelesaian pelayanan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah.
  3. Kepastian biaya pelayanan tidak melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah.
  4. Kejelasan prosedur pelayanan dapat ditelusuri dan diketahui setiap tahapan proses pemberian perizinan dan nonperizinan sesuai dengan urutan prosedurnya
  5. Menguranginya berkas kelengkapan permohonan perizinan yang sama untuk dua atau lebih permohonan perizinan.
  6. Pemberian hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pelayanan.

Jenis Layanan Perizinan

Penyelenggaraan perizinan meliputi pelayanan perizinan yang berkaitan dengan usaha baik berskala besar, menengah maupun kecil dan atau kegiatan bukan usaha. Adapun jenis-jenis perizinan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 15 Tahun 2009 pada Bab II Pasal 2, yang meliputi :


FATWA RENCANA PENGARAHAN LOKASI

Obyek pemberian Fatwa Rencana Pengarahan Lokasi adalah lokasi yang direncanakan utuk kegiatan pembangunan baik pemerintahan/perkantoran, kegiatan usaha, industri, perumahan, perdagangan/jasa, pergudangan, pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan, maupun kepariwisataan dan sosial, sedangkan subyeknya adalah setiap orang pribadi atau Badan Hukum yang memerlukan Fatwa Pengarahan Rencana Lokasi.

Persyaratan :

  1. Fotocopy KTP yang masih berlaku;
  2. Fotocopy tanda bukti kepemilikan tanah;
  3. Peta situasi lokasi/ site plan;
  4. Lokasi dan luas tanah;
  5. Rencana penggunaan lahan;
  6. Status tanah;
  7. Akta pendirian perusahaan (untuk Badan Usaha);
  8. Project proposal;
  9. UKL/UPL/AMDAL.

IZIN LOKASI

Izin Lokasi adalah izin yang diberikan kepada perusahan, orang pribadi atau Badan Hukum untuk memperoleh tanah yang diperlukan dalam rangka penanaman modal yang berlaku pula sebagai izin pemindahan hak dan untuk menggunakan tanah tersebut guna keperluan usaha penanaman modalnya.

Persyaratan :

  1. Fotocopy KTP Pemohon;
  2. Akta pendirian perusahaan bagi perusahaan yang berbadan hukum atau surat ijin usaha bagi perusahaan perseorangan;
  3. Fotocopy NPWP;
  4. Gambar kasar/sketsa yang dimohon;
  5. Pernyataan kesanggupan perusahaan untuk memberikan ganti kerugian dan atau menyediakan tempat penampungan bagi pemilik tanah;
  6. Uraian rencana proyek yang dibangun dengan dilampiri draft site plan;
  7. Surat persetujuan presiden/BKPM bagi perusahaan PMA/PMDN atau surat persetujuan prinsip dari instansi teknis bagi non PMA/PMDN;
  8. Surat keterangan terdaftar sebagai anggota REI bagi perusahaan pembangunan perumahan;
  9. Arahan RTRW/RDTR dari instansi terkait;
  10. Surat pernyataan mengenai luas tanah yang sudah dikuasai/dimiliki oleh perusahaan pemohon dan perusahaan-perusahaan lain yang merupakan satu grup dengannya;
  11. Uraian status kepemilikan tanah/riwayat tanah;
  12. Surat keterangan lainnya yang dianggap perlu.

IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ( IMB )

Bangunan adalah konstruksi teknik yang dibangun atau diletakan atau melayang dalam suatu lingkungan secara tetap atau sebagian atau seluruhnya pada, diatas atau dibawah permukaan tanah dan atau perairan yang berupa bangunan gedung dan atau bukan gedung.

Mendirikan Bangunan adalah pekerjaan mengadakan bangunan seluruhnya atau sebagian, termasuk pekerjaan menggali, menimbun atau meratakan tanah yang berhubungan dengan pekerjaan mengadakan bangunan.

Tinggi Bangunan adalah jarak tegak lurus yang diukur dari rata-rata permukaan tanah asal dimana bangunan didirikan sampai pada garis pertemuan antara tembok luar atau tiang struktur bangunan dengan atap.

Garis Sempadan adalah garis khayalan yang ditarik pada jarak tertentu sejajar dengan luas jalan atau pinggir sungai atau luas pagar yang merupakan batas antara persil yang boleh dan tidak boleh dibanguni bangunan.

Persyaratan :

  1. Surat permohonan yang di isi dan ditandatangani oleh pemohon yang mendirikan atau memperluas bangunan;
  2. Fotocopy surat tanda bukti pemilikan tanah atau surat keterangan dari Kepala Desas yang menyatakan bahwa tanah yang akan dibangun tersebut milik pemohon (bagi tanah yang belum bersertifikat);
  3. Fatwa rencana pengarahan lokasi;
  4. Fotocopy KTP yang masih berlaku atau tanda bukti diri;
  5. Fotocopy tanda lunas PBB;
  6. Ijin lokasi (khusus bagi pendirian bangunan yang pendiriannya terlebih dahulu harus mempunyai surat keputusan persetujuan lokasi dari pejabat yang berwenang);
  7. Gambar rencana bangunan;
  8. Gambar perhitungan konstruksi (untuk bangunan yang berlantai tiga);
  9. Hasil penelitian tanah untuk bangunan bertingkat;
  10. Izin/ persetujuan dari pemilik tanah apabila tanahnya milik orang lain;
  11. Berita acara pengecekan lapangan dari Kecamatan.

IZIN UNDANG UNDANG GANGGUAN (IUUG) / HO

Setiap orang atau Badan Hukum yang mengadakan kegiatan industri, perdagangan dan jasa yang berakibat pada timbulnya dampak gangguan pada lingkungan kegiatan usaha. Izin ini sebagai upaya untuk menjaga dan menjamin kepentingan atau ketertiban umum, keamanan dan kesehatan lingkungan.

Persyaratan :

  1. Mengisi Daftar isian Perusahaan/formulir;
  2. Surat Pernyataan tidak berkeberatan dari tetangga;
  3. Tanda Bukti Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
  5. Fotocopy tanda bukti kepemilikan tanah/surat pernyataan status tanah dari Desa/Kecamatan bagi yang belum bersertifikat;
  6. Fotocopy tanda lunas PBB;
  7. Fotocopy akta pendirian perusahaan bagi CV,PT dan sejenisnya;
  8. Proposal rencana usulan kegiatan;
  9. Peta situasi dan rencana tapak (site plan);
  10. Gambar rencana bangunan;
  11. Tanda kewarganegaraan dan ganti nama (bagi WNI keturunan);
  12. Berita Acara pengecekan lapangan dari Kecamatan.

IZIN TEMPAT USAHA ( ITU )

Setiap orang atau Badan Hukum yang mengadakan kegiatan usaha dengan menggunakan tempat atau ruang tertentu di daerah. Izin ini sebagai upaya untuk menjaga dan menjamin kepentingan atau ketertiban umum, keamanan dan kesehatan lingkungan.

Persyaratan:

  1. Mengisi Daftar isian Perusahaan/formulir;
  2. Surat Pernyataan tidak berkeberatan dari tetangga;
  3. Tanda Bukti Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
  5. Fotocopy tanda bukti kepemilikan tanah/surat pernyataan status tanah dari Desa/Kecamatan bagi yang belum bersertifikat;
  6. Fotocopy tanda lunas PBB;
  7. Fotocopy akta pendirian perusahaan bagi CV,PT dan sejenisnya;
  8. Proposal rencana usulan kegiatan;
  9. Peta situasi dan rencana tapak (site plan);
  10. Gambar rencana bangunan;
  11. Tanda kewarganegaraan dan ganti nama (bagi WNI keturunan);

SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP )

Setiap bentuk usaha atau kegiatan jual beli barang atau jasa yang dilakukan secaraterus menerus dengan tujuan pengalihan hak atasbarang atau jasa dengan disertai imbalan atau konpensasi maka usaha tersebut wajib memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP ).

Persyaratan :

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon;
  2. Fotocopy NPWP;
  3. Fotocopy ITU/HO;
  4. Fotocopy Akta Notaris Pendirian Perusahaan;
  5. Fotocopy Akta pengesahan Badan Hukum dari Departemen Kehakiman;
  6. Perincian Neraca Awal/ Akhir.

TANDA DAFTAR PERUSAHAAN ( TDP )

Setiap bentuk usaha untuk menjalankan setiap jenis usaha dan bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja dan berkedudukan dalam wilayah Kabupaten Tasikmalaya untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba wajib memiliki Tanda Daftar Perusahaan ( TDP ).

Persyaratan :

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  2. Fotocopy NPWP;
  3. Fotocopy Ijin Teknis;
  4. Fotocopy akta notaris pendirian/perubahan perusahaan CV, Koperasi, Firma yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman;
  5. Mengisi formulir pendaftaran perusahaan yang lengkap dan benar;
  6. Surat keterangan pindah lokasi (bagi perusahaan yang pindah lokasi).

IZIN USAHA INDUSTRI DAN IZIN PERLUASAN ( IUI )

Setiap pendirian usaha industri wajib memiliki Izin Usaha Industri diberikan untuk masing-masing jenis industri sesuai klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia ( KLUI ) sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku, perusahaan yang melakukan perluasan melebihi 30 % ( tiga puluh persen ) darikapasitas produksi dan kapasitas produksi dan investasi yang telah diijinkan sesuai IUI yang dimiliki wajib memperoleh Izin Perluasan. Izin Usaha Industri dan Izin Perluasan berlaku pula untuk tempat penyimpanan yang berada dalam komplek usaha industri yang bersangkutan yang digunakan untuk menyimpan peralatan, perlengkapan, bahan baku, bahan penolong dan barang, bahan jadi untuk keperluan kegiatan usaha industri tersebut.

Persyaratan:

  1. Mengisi formulir model PM-111
  2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Fotocopy NPWP
  4. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan
  5. Fotocopy tanda bukti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  6. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) direksi dan dewan komisaris
  7. Surat persetujuan prinsip
  8. Mengisi formulir model PM-11 tentang informasi pembangunan pabrik dan sarana produksi (proyek).

TANDA DAFTAR RUANGAN ( TDR ) TANDA DAFTAR GUDANG ( TDG )

Setiap pengusaha atau peroranga, penanggung jawab dan atau penguasa gudang dan atau ruangan wajib mendaftarkan gudang dan ruangannya.

Gudang yang berada di daerah adalah yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Tidak bergerak
  2. Dapat ditutup dan yang bertujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum
  3. Luassekurang-kurangnya 6 (enam ) meter persegi
  4. Diperuntukkan atau dipakai sebagai tempat penyimpanan barang-barang perniagaan

Ruangan yang berada di adaerah adalah yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Tidak bergerak
  2. Ruangan dengan batas-batas tertentu dengan luas sekurang-kurangnya 4 (empat) meter persegi
  3. Tidak terpisah dari tempat usahanya
  4. Diperuntukan atau dipakai sebagai tempat penyimpanan barang-barang perniagaan

Perusahaan industri yang memiliki gudang dan atau ruangan tidak wajib memiliki TDG tetapi wajib memiliki Izin Usaha Industri sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Persyaratan :

  1. Surat permohonan;
  2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon/pimpinan/pengurus/perusahaan/penanggung jawab perusahaan
  3. Fotocopy tanda lunas PBB tahun terakhir;
  4. Fotocopy NPWP;
  5. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan/ Akta Perubahan.

IZIN USAHA PASAR MODERN ( IUPM )

Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pasar modern. Pengusaha pasar modern yang akan membuka Kantor Cabang atau perwakilan perusahaan wajib melapor dan mengajukan permohonan permintaan IUPM Kantor Cabang/perwakilan secara tertulis kepada Bupati melaui KPPT, pasar modern harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Perusahaan memiliki Badan Hukum
  2. Memiliki luas lahan minimal 2.000 meter persegi
  3. Lokasi pasarmodern harus berada dilingkungan dengan lebar jalan 12 meter, jarak dari persimpangan minimal 200 meter dan menyediakan lapangan parkir sendiri yang memadai serta sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR )
  4. Wajib melakukan kemitraan dengan sektor usaha kecil dan menengah, koperasi dan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Persyaratan :

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon;
  2. Fotocopy NPWP;
  3. Fotocopy ITU/HO;
  4. Fotocopy akta notaris pendirian perusahaan;
  5. Fotocopy akta pengesahan badan hukum dari departemen kehakiman;
  6. Perincian neraca awal/akhir.

IZIN USAHA PENJUALAN BERJENJANG (IUPB)

Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha penjualan berjenjang. Pengusaha penjualan berjenjang yang akan membuka Kantor Cabang atau perwakilan perusahaan wajib melapor dan mengajukan permohonan permintaan IUPB Kantor Cabang/perwakilan secara tertulis kepada Bupati melaui KPPT, pasar modern harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Perusahaan memiliki Badan Hukum/Perseroaan Terbatas ( PT )
  2. Mempunyai alamat kantor yang jelas
  3. Mempunyai barang dan atau jasa memenuhi ketentuan standar mutu barang dan atau jasa yang berlaku
  4. Mempunyai program pemasaran barang dan atau jasa yang jelas, transparan dan sesuai dengan kode etik
  5. Membuka peluang usaha dan kesempatan memperoleh penghasilan bagi penjual.

Persyaratan:

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon;
  2. Fotocopy NPWP;
  3. Fotocopy ITU/HO;
  4. Fotocopy akta notaris pendirian perusahaan;
  5. Fotocopy akta pengesahan badan hukum dari departemen kehakiman;
  6. Perincian neraca awal/akhir.

IZIN USAHA WARALABA ( IUW )

Setiap perusahaan baik penerima waralaba maupun penerima waralaba lanjutan yang melakukan kegiatan usaha waralaba wajib memiliki Izin Usaha Waralaba ( IUW ). Pengusaha Waralaba yang akan membuka Kantor Cabang atau perwakilan perusahaan wajib melapor dan mengajukan permohonan permintaan IUW Kantor Cabang/perwakilan secara tertulis kepada Bupati melaui KPPT, pasar modern harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Persyaratan :

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon;
  2. Fotocopy NPWP;
  3. Fotocopy ITU/HO;
  4. Fotocopy akta notaris pendirian perusahaan;
  5. Fotocopy akta pengesahan badan hukum dari departemen kehakiman;
  6. Perincian neraca awal/akhir.

IZIN USAHA PARIWISATA DAN BUDAYA

Setiap usaha pariwisata dan budaya di daerah yang bergerak dalam ruang lingkup usaha obyek dan daya tarik wisata, usaha jasa pariwisata, usaha sarana pariwisata, usaha rekreasi dan hiburan umum serta seni dan budaya.

Pengusahaan usaha pariwisata dan budaya meliputi pembangunan, penyediaan pengelolaan sarana dan prasarana serta penyediaan jasa-jasa lainnya dengan mengembangkan dan memanfaatkan sumberdaya pariwisata dan kebudayaan dalam lokasi yang diusahakan

Dalam menjalankan usahanya pimpinan perusahaan usaha pariwisata dan budaya wajib untuk :

  1. Memelihara mutu sumberdaya pariwisatadan budaya serta menjaga kelestarian lingkungan
  2. Memberikan pelayanan, perlindungan dan menjaga keselamatan kepada wisatawan
  3. Menjalankan usahanya sesuai norma-norma dan tata cara pengusahaan usaha pariwisata dan budaya.

Persyaratan :

  1. Mengisi daftar isian perusahaan;
  2. Mengisi daftar riwayat hidup pimpinan perusahaan;
  3. Fotocopy Izin Gangguan/Izin Tempat Usaha;
  4. Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
  5. Fotocopy akta notaris pendirian perusahaan bagi yang berbadan hukum;
  6. Bagi perusahaan yang berstatus Kantor/Wakilan persyaratan ditambah dengan fotocopy surat pengangkatan sebagai pimpinan perusahaan Cabang/Perwakilan;
  7. Proposal rencana usulan kegiatan;
  8. Denah perusahaan;
  9. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  10. Pas Photo ukuran 4 x 6 cm;
  11. Fotocopy surat keterangan kewarganegaraan bagi WNI/keturunan asing;
  12. Bagi perusahaan yang tidak mempergunakan sarana bangunan, persyaratannya hanya dilampiri keterangan lain yang menyangkut identitas diri/perusahaan.

SURAT IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI (SIUJK)

Obyek SIUJK adalah pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi kepadasetiap Badan Usaha atau perorangan yang berdomisili di daerah yang melakukan usaha atau bergerak di bidang jasa konstruksi meliputi bidang jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi.

Subyek SIUJK adalah setiap Badan Usaha atau perorangan yang berdomisili di daerah yang melakukan usaha atau bergerak di bidang jasa konstruksi meliputi bidang jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi

Persyaratan:

  1. Fotocopy KTP yang masih berlaku;
  2. Akta pendirian perusahaan (untuk Badan Usaha);
  3. Project Proposal.

Sumber: KPPT Kabupaten Tasikmalaya